na 0010-0122001520 INLIS000000000893970 20191017163056.0 ao g b 000 0 ta 190412s2018 yoio g b 000 0 ind http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1162318.JPG?rnd=1782337385 http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1162318 978-602-51556-6-6 JKPNPNA ind rda 597.432 [23] 597.432 ALZ p Alzeda Resti penulis Panduan praktis budidaya Belut / penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso Cetakan I, 2018 Yogyakarta ; Hijaz Pustaka Mandiri, 2018 iv, 96 halaman : ilustrasi foto hitam putih ; 21 cm rdacontent teks rdamedia tanpa perantara rdacarrier volume Bibliografi : halaman 92-94 Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian. Belut Pembudidayaan Nur Iswarso penyunting JKPNPNA 201900103043907 201900103043904 201900103043906 201900103043905