Cite This        Tampung        Export Record
Judul Panduan praktis budidaya Belut / penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso
Pengarang Alzeda Resti ( penulis)
Nur Iswarso ( penyunting)
EDISI Cetakan I, 2018
Penerbitan Yogyakarta ; Hijaz Pustaka Mandiri, 2018
Deskripsi Fisik iv, 96 halaman : ilustrasi foto hitam putih ; 21 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-51556-6-6
Subjek Belut Pembudidayaan
Abstrak Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian.
Catatan Bibliografi : halaman 92-94
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1162318.JPG?rnd=1782337385 http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1162318

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000893970
005 20191017163056.0
006 ao g b 000 0
007 ta
008 190412s2018 yoio g b 000 0 ind
020 # # $a 978-602-51556-6-6
035 # # $a 0010-0122001520
040 # # $a JKPNPNA $b ind $e rda
082 0 4 $a 597.432 [23]
084 # # $a 597.432 ALZ p
100 0 # $a Alzeda Resti $e penulis
245 1 0 $a Panduan praktis budidaya Belut / $c penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso
250 # # $a Cetakan I, 2018
264 # 1 $a Yogyakarta ; $b Hijaz Pustaka Mandiri, $c 2018
300 # # $a iv, 96 halaman : $b ilustrasi foto hitam putih ; $c 21 cm
336 # # $a teks $2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara $2 rdamedia
338 # # $a volume $2 rdacarrier
504 # # $a Bibliografi : halaman 92-94
520 3 # $a Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian.
650 # 4 $a Belut $x Pembudidayaan
700 0 # $a Nur Iswarso $e penyunting
850 # # $a JKPNPNA
856 # # $y http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1162318 $x http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1162318.JPG?rnd=1782337385
990 # # $a 201900103043904
990 # # $a 201900103043905
990 # # $a 201900103043906
990 # # $a 201900103043907
Content Unduh katalog